Minggu, 03 Februari 2013

Tangis dan Kesehatan




Ketika mendengar kata tangis, muncul dalam benak seseorang sosok yang cengeng, lemah atau perempuan yang sering dikaitkan dengan hal itu. Dan tak adanya tangis diidentikkan dengan sosok laki-laki, maskulin dan perkasa. Namun hal ini tidaklah benar dan perlu ditelusuri kembali mengingat banyaknya aspek positif dari tangis dan air mata. Tidaklah baik rasanya kita hanya mengetahui sesuatu secara parsial dan tidak dapat mengambil faedah darinya. Seberapa objektivkah pandangan mereka tentang tangis, sementara anjuran tentang itu juga ditemukan juga dalam agama?.
Tangis memang sering terlupakan dan sangat sedikit ditemukan kajian tentangnya. Orang-orang lebih tertarik membahas senyum dan rahasianya, mengesampingkan tangis yang sebenarya memiliki banyak  aspek positifnya juga. Entah implikasi positif tersebut bagi kesehatan jasmani, rohani dan mental. Hanya saja kajian atau penelitian tentang itu tidak banyak menarik perhatian umum, kecuali kalangan-kalangan tertentu saja. Akibatnya banyak orang menganggap tangis itu sebagai bentuk kecengengan belaka dan cenderung menahannya. Pada hal menahan tangis justru membahayakan. Hal ini tak lepas dari ketidaktahuan mereka yang cenderung menyepelekannya.
Sebagai negasi dari senyum, tangis memang sering dianggap tidak baik dan dijadikan simbol kelemahan. Pada hal kita tidak bisa mengambil pandangan terbalik (mafhum mukhalafah) begitu saja darinya dengan hanya mengedepankan opini dan mengesampingkan kajian lebih dalam tentangnya. Hal ini tidaklah dibenarkan dalam pengetahuan. Di sini perlu adanya peninjauan kembali, bukan lantas terarut di dalamnya tanpa dapat mengambil kemanfaatan. Apa lagi membahayakan misalnya.
Kalau senyum yang lebih menarik perhatian mendapat justifikasi agama, tangis tidak jauh beda. Hanya saja keduanya memiliki tempat yang berbeda dalam aplikasinya. Bahkan dalam Alquran Tuhan memerintahkan banyak menangis dan mengurangi tertawa. Ada apa sebenarnya di balik tangis?. Kenapa pemahaman masyarakat tentang tangis jauh berbeda?. Bahkan ada yang memahami feminisme sebagai persamaan lelaki dan perempuan secara keseluruhan, dan cenderung menahan tangis yang diidentikkan dengan perempuan. Pada hal tangis kadang kala mencerminkan simpati dan kehalusan rasa yang mudah tersentuh ketika melihat realita yang tidak sejalan dengan hatinya.
Mereka yang jarang menangis atau cenderung menahannya bisa saja menjadi pemicu kerusakan moral dan anti sosial. Mereka cenderung keras dan tegaan. Selain itu, mereka akan cenderung antipati melihat keadaan sekitar yang perlu diperhatikan sebagai makhluk sosial. Tangis di sini bisa menjadi stabilitas mental seseorang. Mereka yang menangis pada tempatnya akan lebih tenang dan terbebas dari stres. 

A.    Mutiara Air Mata
Air mata kadang kala keluar begitu saja tanpa disengaja. Misalnya ketika melihat hal-hal yang meyentuh hati atau ketika ada sesuatu yang masuk ke mata, seperti debu dan lainnya. Seakan akan dia tahu apa yang harus dilakukan ketika menghadapi sesuatu yang membahayakan. Ada apa sebenarnya dengan air mata?.
Terlalu lama menangis memang membuat mata merah dan bengkak, tapi di balik itu banyak hal yang didapatkan setelah menangis dan mengeluarkan air mata. Menangis dan mengeluarkan air mata ternyata bisa jadi obat ajaib yang berguna bagi kesehatan tubuh dan pikiran. Beliefnet, dalam kajiannya mengatakan bahwa ada tujuh keajaiban yang didapatkan setelah menangis dan mengeluarkan air mata.
1.      Membantu penglihatan
Air mata ternyata membantu penglihatan seseorang, jadi bukan hanya mata itu sendiri. Cairan yang keluar dari mata dapat mencegah dehidrasi pada membran mata yang bisa membuat penglihatan menjadi kabur.
2.      Membunuh bakteri
Tak perlu obat tetes mata, cukup air mata yang berfungsi sebagai antibakteri alami. Di dalam air mata terkandung cairan yang disebut dengan lisozom yang dapat membunuh sekitar 90-95 persen bakteri-bakteri yang tertinggal dari keyboard komputer, pegangan tangga, bersin dan tempat-tempat yang mengandung bakteri, hanya dalam 5 menit.
3.      Meningkatkan mood
Seseorang yang menangis bisa menurunkan level depresi karena dengan menangis, mood seseorang akan terangkat kembali. Air mata yang dihasilkan dari tipe menangis karena emosi mengandung 24 persen protein albumin yang berguna dalam meregulasi sistem metabolisme tubuh dibanding air mata yang dihasilkan dari iritasi mata.
4.       Mengeluarkan racun
Seorang ahli biokimia, William Frey telah melakukan beberapa studi tentang air mata dan menemukan bahwa air mata yang keluar dari hasil menangis karena emosional ternyata mengandung racun. Tapi jangan salah, keluarnya air mata yang beracun itu menandakan bahwa ia membawa racun dari dalam tubuh dan mengeluarkannya lewat mata.
5.      Mengurangi stres
Bagaimana menangis bisa mengurangi stres? Air mata ternyata juga mengeluarkan hormon stres yang terdapat dalam tubuh yaitu endorphin leucine-enkaphalin dan prolactin. Selain menurunkan level stres, air mata juga membantu melawan penyakit-penyakit yang disebabkan oleh stres seperti tekanan darah tinggi.
6.       Membangun komunitas
Selain baik untuk kesehatan fisik, menangis juga bisa membantu seseorang membangun sebuah komunitas. Biasanya seseorang menangis setelah menceritakan masalahnya di depan teman-temannya atau seseorang yang bisa memberikan dukungan, dan hal ini bisa meningkatkan kemampuan berkomunikasi dan juga bersosialisasi.
7.      Melegakan perasaan
Semua orang rasanya merasa demikian. Meskipun Anda didera berbagai macam masalah dan cobaan, namun setelah menangis biasanya akan muncul perasaan lega. Setelah menangis, sistem limbik, otak dan jantung akan menjadi lancar, dan hal itu membuat seseorang merasa lebih baik dan lega. Keluarkanlah masalah di pikiranmu lewat menangis, jangan dipendam karena Anda bisa menangis meledak-ledak.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar