Ketika
mendengar kata tangis, muncul dalam benak seseorang sosok yang cengeng, lemah
atau perempuan yang sering dikaitkan dengan hal itu. Dan tak adanya tangis
diidentikkan dengan sosok laki-laki, maskulin dan perkasa. Namun hal ini
tidaklah benar dan perlu ditelusuri kembali mengingat banyaknya aspek positif
dari tangis dan air mata. Tidaklah baik rasanya kita hanya mengetahui sesuatu
secara parsial dan tidak dapat mengambil faedah darinya. Seberapa objektivkah
pandangan mereka tentang tangis, sementara anjuran tentang itu juga ditemukan juga
dalam agama?.
Tangis
memang sering terlupakan dan sangat sedikit ditemukan kajian tentangnya.
Orang-orang lebih tertarik membahas senyum dan rahasianya, mengesampingkan
tangis yang sebenarya memiliki banyak
aspek positifnya juga. Entah implikasi positif tersebut bagi kesehatan
jasmani, rohani dan mental. Hanya saja kajian atau penelitian tentang itu tidak
banyak menarik perhatian umum, kecuali kalangan-kalangan tertentu saja.
Akibatnya banyak orang menganggap tangis itu sebagai bentuk kecengengan belaka
dan cenderung menahannya. Pada hal menahan tangis justru membahayakan. Hal ini
tak lepas dari ketidaktahuan mereka yang cenderung menyepelekannya.
Sebagai
negasi dari senyum, tangis memang sering dianggap tidak baik dan dijadikan
simbol kelemahan. Pada hal kita tidak bisa mengambil pandangan terbalik (mafhum mukhalafah) begitu saja darinya
dengan hanya mengedepankan opini dan mengesampingkan kajian lebih dalam
tentangnya. Hal ini tidaklah dibenarkan dalam pengetahuan. Di sini perlu adanya
peninjauan kembali, bukan lantas terarut di dalamnya tanpa dapat mengambil
kemanfaatan. Apa lagi membahayakan misalnya.
Kalau
senyum yang lebih menarik perhatian mendapat justifikasi agama, tangis tidak
jauh beda. Hanya saja keduanya memiliki tempat yang berbeda dalam aplikasinya. Bahkan
dalam Alquran Tuhan memerintahkan banyak menangis dan mengurangi tertawa. Ada
apa sebenarnya di balik tangis?. Kenapa pemahaman masyarakat tentang tangis
jauh berbeda?. Bahkan ada yang memahami feminisme sebagai persamaan lelaki dan
perempuan secara keseluruhan, dan cenderung menahan tangis yang diidentikkan
dengan perempuan. Pada hal tangis kadang kala mencerminkan simpati dan
kehalusan rasa yang mudah tersentuh ketika melihat realita yang tidak sejalan
dengan hatinya.
Mereka
yang jarang menangis atau cenderung menahannya bisa saja menjadi pemicu
kerusakan moral dan anti sosial. Mereka cenderung keras dan tegaan. Selain itu,
mereka akan cenderung antipati melihat keadaan sekitar yang perlu diperhatikan
sebagai makhluk sosial. Tangis di sini bisa menjadi stabilitas mental
seseorang. Mereka yang menangis pada tempatnya akan lebih tenang dan terbebas
dari stres.
A.
Mutiara
Air Mata
Air mata kadang kala keluar begitu
saja tanpa disengaja. Misalnya ketika melihat hal-hal yang meyentuh hati atau
ketika ada sesuatu yang masuk ke mata, seperti debu dan lainnya. Seakan akan
dia tahu apa yang harus dilakukan ketika menghadapi sesuatu yang membahayakan.
Ada apa sebenarnya dengan air mata?.
Terlalu lama menangis memang
membuat mata merah dan bengkak, tapi di balik itu banyak hal yang didapatkan
setelah menangis dan mengeluarkan air mata. Menangis dan mengeluarkan air mata
ternyata bisa jadi obat ajaib yang berguna bagi kesehatan tubuh dan pikiran. Beliefnet,
dalam kajiannya mengatakan bahwa ada tujuh keajaiban yang didapatkan setelah
menangis dan mengeluarkan air mata.
1. Membantu penglihatan
Air mata ternyata membantu
penglihatan seseorang, jadi bukan hanya mata itu sendiri. Cairan yang keluar
dari mata dapat mencegah dehidrasi pada membran mata yang bisa membuat
penglihatan menjadi kabur.
2. Membunuh bakteri
Tak perlu
obat tetes mata, cukup air mata yang berfungsi sebagai antibakteri alami. Di
dalam air mata terkandung cairan yang disebut dengan lisozom yang dapat
membunuh sekitar 90-95 persen bakteri-bakteri yang tertinggal dari keyboard
komputer, pegangan tangga, bersin dan tempat-tempat yang mengandung bakteri,
hanya dalam 5 menit.
3. Meningkatkan
mood
Seseorang yang menangis bisa
menurunkan level depresi karena dengan menangis, mood seseorang akan terangkat
kembali. Air mata yang dihasilkan dari tipe menangis karena emosi mengandung 24
persen protein albumin yang berguna dalam meregulasi sistem metabolisme tubuh
dibanding air mata yang dihasilkan dari iritasi mata.
4.
Mengeluarkan racun
Seorang ahli biokimia, William Frey
telah melakukan beberapa studi tentang air mata dan menemukan bahwa air mata
yang keluar dari hasil menangis karena emosional ternyata mengandung racun. Tapi
jangan salah, keluarnya air mata yang beracun itu menandakan bahwa ia membawa
racun dari dalam tubuh dan mengeluarkannya lewat mata.
5.
Mengurangi stres
Bagaimana menangis bisa mengurangi
stres? Air mata ternyata juga mengeluarkan hormon stres yang terdapat dalam
tubuh yaitu endorphin leucine-enkaphalin dan prolactin. Selain menurunkan level
stres, air mata juga membantu melawan penyakit-penyakit yang disebabkan oleh
stres seperti tekanan darah tinggi.
6.
Membangun komunitas
Selain baik untuk kesehatan fisik,
menangis juga bisa membantu seseorang membangun sebuah komunitas. Biasanya
seseorang menangis setelah menceritakan masalahnya di depan teman-temannya atau
seseorang yang bisa memberikan dukungan, dan hal ini bisa meningkatkan
kemampuan berkomunikasi dan juga bersosialisasi.
7.
Melegakan perasaan
Semua orang rasanya merasa demikian.
Meskipun Anda didera berbagai macam masalah dan cobaan, namun setelah menangis
biasanya akan muncul perasaan lega. Setelah menangis, sistem limbik, otak dan
jantung akan menjadi lancar, dan hal itu membuat seseorang merasa lebih baik
dan lega. Keluarkanlah masalah di pikiranmu lewat menangis, jangan dipendam
karena Anda bisa menangis meledak-ledak.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar