Di mana ada keramaian, para penjual makanan tidak akan pernah lupa mengisi tempat-tempat kosong untuk berjualan. Hal ini memang sudah
menjadi keniscayaan. Kecuali para penjual bunga di area wisata religious tempat
peristirahatan terakhir dua tokoh Islam dan bangsa ini. Masalahnya di berbagai
tempat ziarah lainnya seperti di Wali Songo misalnya belum diketemukan hal ini.
Yang justru memadati tempat ziarah kebanyakan biasanya adalah para penjual
kopyah, tasbih atau berbagai hal lain yang biasa digunakan dalam sebuah
perjalanan spiritual. Ada apa sebenarnya dengan bunga-bunga ini? Samakah
bunga-bunga tersebut dengan bunga pada umumnya?.
Di tangan pedagang, bunga-bunga ini sama saja dengan bunga pada
umumnya yang dipetik dari pohon dan akan layu pada waktunya. Namun, hal ini
berbeda saat bunga-bunga tersebut berada di tangan para peziarah di Pesarean
Gunung Kawi setelah ditaburkan di atas makam dua tokoh besar Raden Mas Zakaria
II (alias Mbah Djoego) dan Mbah Raden Mas Iman Soedjono.
Para peziarah di Pesarean Gunung Kawi memang dianjurkan untuk
membawa bunga yang mudah didapatkan di sana dari sekian banyak pedagang bunga.
Nantinya bunga yang dibawa diserahkan kepada Kuncen untuk ditaburkan di atas
makam Raden Mas Zakaria II (alias Mbah Djoego) dan Mbah Raden Mas Iman Soedjono.
Sementara si peziarah berdoa sesuai keyakinan dan harapan masing-masing di kaki
makam.
Sebelum meninggalkan Pesarean, bunga-bunga yang tadi ditaburkan
Kuncen di atas makam akan dibungkus sebagian untuk dibawa pulang. Bunga yang
dibawa pulang inilah yang disebut dengan “Bunga Layon” yang akan membawa berkah
setelah bersemayam di atas makam. Bunga ini telah dialiri kukuatan dua tokoh
karismatik dalam sejarah.
Selanjutnya, bunga Layon tersebut sesampainya di rumah
masing-masing dibuka dan dibuat mandi. Hal ini dilakukan untuk mendapat
keselamatan dan beberapa hal lain yang sudah menjadi kepercayaan. Walaupun hal
ini terkesan mistis, paling tidak mereka dengan kepercayaannya biasa mengambil
kemanfaatan dari hal ini baik dalam menenangkan psikologi mereka atau lainnya.
Selain bunga Layon ini, di sana juga ada air suci (air zam-zamnya
Gunung Kawi) yang diambil dari sebuah guci yang ada di sebelah timur pendopo
Pesarean. Air ini sebenarnya berasal dari mata air biasa. Hanya saja guci yang
menjadi tempat air tersebut yang dipercaya luar biasa. Air ini biasanya diambil
untuk diminumkan pada orang sakit yang mengharapkan kesembuhan juga diminum
oleh mereka yang mengharapkan berkah.
Masih banyak hal lain yang bisa digali di Gunung Kawi terkait
dengan ritual, mitos dan hal-hal lain yang disakralkan ….. Ikuti terus
perjalanan kami AFSEL SUPEl.
Fotografer
: Lancenk Takaek
Penulis
: Ts@_Ny
Tidak ada komentar:
Posting Komentar