Senin, 18 Februari 2013

“Bunga Layon si Pembawa Berkah”





Di mana ada keramaian, para penjual makanan tidak akan pernah lupa  mengisi tempat-tempat kosong untuk berjualan. Hal ini memang sudah menjadi keniscayaan. Kecuali para penjual bunga di area wisata religious tempat peristirahatan terakhir dua tokoh Islam dan bangsa ini. Masalahnya di berbagai tempat ziarah lainnya seperti di Wali Songo misalnya belum diketemukan hal ini. Yang justru memadati tempat ziarah kebanyakan biasanya adalah para penjual kopyah, tasbih atau berbagai hal lain yang biasa digunakan dalam sebuah perjalanan spiritual. Ada apa sebenarnya dengan bunga-bunga ini? Samakah bunga-bunga tersebut dengan bunga pada umumnya?.
Di tangan pedagang, bunga-bunga ini sama saja dengan bunga pada umumnya yang dipetik dari pohon dan akan layu pada waktunya. Namun, hal ini berbeda saat bunga-bunga tersebut berada di tangan para peziarah di Pesarean Gunung Kawi setelah ditaburkan di atas makam dua tokoh besar Raden Mas Zakaria II (alias Mbah Djoego) dan Mbah Raden Mas Iman Soedjono.
Para peziarah di Pesarean Gunung Kawi memang dianjurkan untuk membawa bunga yang mudah didapatkan di sana dari sekian banyak pedagang bunga. Nantinya bunga yang dibawa diserahkan kepada Kuncen untuk ditaburkan di atas makam Raden Mas Zakaria II (alias Mbah Djoego) dan Mbah Raden Mas Iman Soedjono. Sementara si peziarah berdoa sesuai keyakinan dan harapan masing-masing di kaki makam.
Sebelum meninggalkan Pesarean, bunga-bunga yang tadi ditaburkan Kuncen di atas makam akan dibungkus sebagian untuk dibawa pulang. Bunga yang dibawa pulang inilah yang disebut dengan “Bunga Layon” yang akan membawa berkah setelah bersemayam di atas makam. Bunga ini telah dialiri kukuatan dua tokoh karismatik dalam sejarah.
Selanjutnya, bunga Layon tersebut sesampainya di rumah masing-masing dibuka dan dibuat mandi. Hal ini dilakukan untuk mendapat keselamatan dan beberapa hal lain yang sudah menjadi kepercayaan. Walaupun hal ini terkesan mistis, paling tidak mereka dengan kepercayaannya biasa mengambil kemanfaatan dari hal ini baik dalam menenangkan psikologi mereka atau lainnya.
Selain bunga Layon ini, di sana juga ada air suci (air zam-zamnya Gunung Kawi) yang diambil dari sebuah guci yang ada di sebelah timur pendopo Pesarean. Air ini sebenarnya berasal dari mata air biasa. Hanya saja guci yang menjadi tempat air tersebut yang dipercaya luar biasa. Air ini biasanya diambil untuk diminumkan pada orang sakit yang mengharapkan kesembuhan juga diminum oleh mereka yang mengharapkan berkah.
Masih banyak hal lain yang bisa digali di Gunung Kawi terkait dengan ritual, mitos dan hal-hal lain yang disakralkan ….. Ikuti terus perjalanan kami AFSEL SUPEl.


Fotografer             : Lancenk Takaek
Penulis                   : Ts@_Ny

Tidak ada komentar:

Posting Komentar